Sabtu, 24 Desember 2016

KAMU 282211 ku

Terimakasih mah..terimakasih kk jam couple nya udah nympe..makasih juga km.. mamah + kk2 + keluargamu sangat baik padaku..semoga semua kebaikaanya di balas oleh Allah :) *amiiiin*
.
Sosweet nya mamah itu beuuuh tidak bisa diungkapkan dengan kata2..di seduhin milo katanya "ifit sama mamah yah segelas berdua"..lagi beres2 baju "sayang minum dulu milo nya bisi keburu dingin" ..ah sosweet nya mamah pokoknya mah
.
Dengan siapapun kau berakhir..dengan siapapun ku berakhir..atau kita berakhir bersama..terimakasih untuk semua kebaikanmu..kalaupun smuanya tak sesuai dengan apa yg kita rencanakan..stidaknya aku pernah berada di shaf belakangmu..pernah mengaminkan do'amu (dan jujur aku jatuh hati lagi yg ke sekelian kalinya padamu)..pernah merasakan nyuapin km makan..pernah masakin km walaupun masakannya tak berasa..pernah tidur seatap di kamar yg brbeda..pernah deg2gan + teu pararuguh rasa ketika disuruh milihin cincin buat tunangan...ah pokoknya kalau diceritakan tak kan cukup blog ini..hehe..
.
Dan aaaaaah ntah kpan km berubah...tak perlu di ceritakan mungkin..seperti biasa..seperti itu lagi...lelah hayati bang  :'(
.
Jamaah + ngaos na nya su harus istiqomah..jangan ngrokok kta mamah juga :)
.
Dan satu lagi..aku masih menunggu lantunan surat Ar-Rahman yg kau janjikan :)
#282211

pesan singkatmu

MASIH BOLEHKAH AKU MENGHARAPKANMU?
Apakah definisi cinta hampir selalu memiliki ritme yang sama? Apakah Tuhan telah menggariskan perjalanan cinta setiap orang dengan kisah yang hampir serupa?
Aku tahu ini sia-sia –tetapi mungkin hanya pendapatku saja-. Dan parahnya, aku tak mampu menghentikan perasaan yang ku sebut bak gayung bersambut namun menjadi bertepuk sebelah tangan. Sering aku tiba-tiba merasa paling putus asa, namun kemudian aku pada semangat yang lain muncul seketika. Bahwa cinta memang harus diperjuangkan bagaimanapun sulitnya, batin semangatku waktu itu.

Namun apa? Bagiku ini sakit berkepanjangan, kamu yang membuatku berharap sejauh ini. Kalau kamu tegas sejak awal perasaanku tumbuh, aku akan mundur teratur. Namun kamu sendiri yang mengizinkanku dekat denganmu waktu itu. Saat ini –yang perlu kamu tahu, bahkan aku berharap kamu membaca tulisan ini-, melupakanmu adalah hal yang paling konyol buatku. Kata-kata “Maaf aku terlalu berharap” atau “maaf sudah mengganggumu” adalah bukan aku sama sekali. Aku tak dibesarkan menjadi pengecut, bahkan sampai pada titik paling miris ini, di mana perasaan adalah kumpulan hari-hari yang rentan, dan rindu jadi kamu yang makin kelabu.

Semingguan ini aku menjadi lebih peka dengan ponselku. Sekali bunyi, aku selalu berharap itu pesanmu. Aku tahu, ini melelahkan. Namun entahlah, aku menjadi sosok paling semangat menunggu satu responmu, apa saja. Kalau aku ingat-ingat, kejadian ini acap kali berulang, dan malangnya aku selalu gagal mengambil pelajaran. Waktu itu ketika aku benar-benar sadar bahwa bukan kamu sebaiknya orang yang harus ku harapkan, bahwa hanya aku yang selalu memperjuangkanmu, tiba-tiba pagi-pagi sekali asumsiku buyar menguap tanpa sisa setelah kamu datang dengan hanya lewat pesan singkatmu. “, wahai perasaan, apakah ia lahir selalu berseberangan dengan kata bernama logika. Aku berjingkrak-jingkrak senang bukan main waktu itu. Ingin ku umumkan pada dunia bahwa akulah seorang beruntung itu. Aku lupa, lupa sama sekali dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya ketika aku harus berlama-lama menunggu pesan singkat lewat ponsel yang kuharapkan darimu, bahkan aku lupa dengan masa di mana aku kehilangan semangat mengharapkanmu.
Siapa yang salah? Kamu yang tidak peka sama sekali atau aku yang terlalu berharap?
Baiklah, ada baiknya kali ini aku mengalah.
Aku sadar, mungkin rindu bisa di mana saja berlabuh. Perasaan bisa kapan saja bertandang. Namun tidak dengan memiliki. Ia sesekali hilang bak angin yang tak bertemu pepohonan, tak bersambut. Akhirnya, yang ku sisakan sekarang adalah hati yang siap dengan segala hal terbaik dan terburuk setiap waktunya. Sering kali, terlalu memikirkanmu membuatku lupa mengerjakan banyak hal. Ibadahku kacau, kesehatanku terganggu. Semoga dengan begini, aku menjadi pribadi lebih baik lagi. Biarlah rasa ini begini adanya, tak apa, aku menyetujuinya. Satu lagi, kalau kamu sempat dan berkenan, silakan saja kirim pesan singkatmu dengan isi apa saja padaku, kapanpun dan dalam suasana apapun. Ada kegembiraan tersendiri dan euphoria kecil-kecilan yang ku rayakan ketika menerima pesan singkatmu. Itu saja.

Rabu, 21 Desember 2016

Bolehkah Aku Minta Sisa Waktumu

Aku hanya minta sisa waktumu..kalo memang benar sibuk disela2 aktifitasmu..mungkin sebelum tidur km punya sisa waktu untuku 10-15 menit juga sudah lebih dari cukup..cuman ingin tau kabarmu hari ini saja tak lebih atau sekedar sapa & bercanda sebelum tidur..yah aku memang bukan mereka..bukan membermu..bukan FU mu yg wajib km urus, di sapa & ditanyakan kabar..dan yasudahlah tak penting untuk dibahas juga..toh aku pun sering berkata2 seperti ini, tapiiiii :)
.
Good night kamuuuh
.jama'ah + tilawah + makannya yah jangan lupa


#282211