Rabu, 18 Mei 2016

Ketika Harapan itu Datang LAGI

Heyyyyy..
Jangan datang lagi..kalo hanya akan pergi lagi
Jangan mendekat..kalo hanya akan menyakiti lagi
Ah aku hanya tak ingin terluka lagi atas luka yg belum sembuh ini
Terimakasih untuk kata *SEMANGAT*nya
Terimakasih untuk kata2 yg mmbuat GR
Terimkasih telah mmberi harapan lagi
Terimakasih telah membuatku jatuh hati LAGI
Pergilah..bila memang tak ingin menetap..jngan siksa aku dengan harapan
Aku sudah lelah dengan smua harapan itu..mengertikah dirimu tentang hatiku??..tentang keadaanku??
Heyyy
Kapan dirimu kan berubah??....bukan untukku..v untuk mu..untuk kebaikanmu

Jumat, 13 Mei 2016

Pergi

       Semua pergi, juga kamu. Tapi aku bahagia. Bahagia. Inilah melepaskan, sebenar-benar melepaskan. Kelak jika waktu merestui perjumpaan kita, aku yakin sekadar terka pun tak mampu menjawab tanya. Itu urusan-Nya. Aku bahagia seperti ini. Jadi aku yang dulu. Yang menyimpan rindu diam-diam. Bukan juga padamu. Entah, hati ini adalah rangkaian cerita yang ingin kusembunyikan. Aku bahagia. Semoga kamu juga.
         Kelak kalau kamu menemukan tulisan-tulisan ini, kau akan tahu semua detail rasa yang pernah ada. Yang kusembunyikan di ruang-ruang ini.
         Hari ini, aku memanggil kamu lagi, tapi bukan berarti cerita ini seperti dulu. Kalaupun tentang kita masih berkesempatan menjadi cerita, sudah kubilang, ia akan ada jika hanya disertai keberanian dan tanggung jawab.
       Ah ya, teman-teman kerap menanyakanmu, sementara aku tak berani sekadar cari tahu tentangmu. Apa kabar? Mereka sudah tahu banyak tentangmu. Semoga kau juga bahagia dengan jalan indah dan tuntunan-Nya.

#novel_ephemera
@fitrinovianti

Kembalikan kisah pada keindahan skenario-Nya

Kalau takdir sudah berkehendak, maka tidak ada apapun yang bisa memisahkan. Melalui pena ini, kukembalikan hati yang pernah kujaga. Kukembalikan nama yang tiga tahun membuatku tersenyum juga menangis. Kukembalikan kisah pada keindahan skenario-Nya. Aku ingin berbahagia di taman bungaku. Dan kamu, berbahagialah di hamparan luasmu. Bawa cahayamu jika benar kau ingin jadikanku bintang di malammu. Lakukan saja, jangan janjikan. Toh, takdir Tuhan, tidak akan pernah tertukar.
Tidak ada yang perlu disesali dari sebuah perasaan yang menyesakkan, karena fitrahnya manusia mengalami itu. Tapi membiarkan rasa sesak berlarut dalam penantian juga tidak baik. Lebih baik menyibukkan diri belajar, menyibukkan diri memperbaiki kualitas hati dan diri, meyibukkan diri bercerita bersama taman-taman bunga. Perempuan itu, mungkin nanti juga akan jatuh lagi. Mungkin ia akan menangis lagi. Tapi, semoga tulisan ini membuatnya ingat, bahwa takdir-Nya tidak akan pernah tertukar. Semoga tulisan ini membuatnya tegar. Semoga membuat tegar pula perempuan-perempuan lain yang tengah jengah oleh rasa sakit, rindu, galau, dan perasaan lain karena “Langit” mereka.
Kuawali cerita ini dari sebuah “selesai”. Bismillah..
#novel_ephemera
@Fitrinovianti22

Minggu, 08 Mei 2016

Jangan Pernah Benci

Jangan pernah membenci siapapun di masa lalu kalian. Apapun kesalahannya. Sefatal apapun keadaannya. Karena apa yang telah terjadi adalah takdir. Kalaupun dulu kalian pernah terpisah dengan seseorang, itu hanya cara Allah memisahkan, bukan karena kesalahan dia, kamu, atau salah keadaan, tapi karena bukan dia nama yang dijodohkan denganmu di Lauhul Mahfuz. Lalu kenapa kalian pernah dibiarkan seakan-akan hampir bersatu? Itu rahasia Allah. Barangkali, agar kalian belajar banyak hal. Yang jelas, jika sesuatu itu telah terjadi, itu berarti Allah mengizinkan itu terjadi. Dan jelas, tak ada satupun kejadian di dunia ini yang luput dari hikmah.
*Novel_ephemera*

Karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara


Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit. Patah lagi. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi. Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianku melawan segala rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada lagi jatuh tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.

Maaf atas segala rasa yang pernah begitu berlebihan, atas bertumpuk-tumpuk rindu yang pernah dikirim angin, atas segala sakit yang sempat kita rasa, atas air mata tak tertahan, atas segala huruf yang pernah terangkai begitu saja, atas jatuh dan bangkit yang berseling membersamaiku, atas amarah yang aku tak berhak melakukannya. Semoga Sang Maghfiru memberikan ampunan-Nya padaku. Juga padamu.

Karena jatuh cinta dan patah hati hanya sementara.
*novel_ephemera*
#282211

Rabu, 04 Mei 2016

Terima kasih

Terima kasih untuk bagian hidup yang ku alami dengan mu. Selain semua mimpi yang pernah kita kejar bersama, semua inspirasi yang pernah kamu beri, aku juga ingin berterima kasih untuk pelajaran berharga bernama patah hati. Aku belajar banyak sekali dari kejadian itu.
*novel ephemera*

memetik serpihan hikmah

Tak akan ada yang kusesali dari perjalanan ini, dari pertemuanku denganmu, dari rasa yang pernah tumbuh diam-diam lalu tak kuasa bersembunyi, juga dari sakit dan pahit yang sempat membentuk hati menjadi perca-perca. Tak ada yang perlu disalahkan. Kamu, dia, juga aku. Kita hanya bagian dari proses. Yang perlu kita lakukan adalah memetik serpihan hikmah menjadi pintalan benang yang menyatukan perca-perca hati. Benang indah yang merekatkan sebentuk hati yang lembut, bersih, lagi kokoh. Semoga. Selalu ada jalan untuk pulang ke jalan-Nya, kalau kita mau mencari dan istiqamah.
*novel ephemera*

Minggu, 01 Mei 2016

salam rindu











Masih kenalkah dirimu??

masih ingatkah dirimu??
Dengan seorang anak
Yang sering kau patahkan hatinya
Yang sering kau buat dadanya sesak
Yang sering kau teteskan air matanya
Dengan penghianatan
Dengan beribu alasan seakan2 apa yg kau lakukan itu benar
Tanpa berfikir bagaimana persaannya
Apakah kau tau perasaannya saat ini seperti apa??
Apakah dia membencimu??
Apakah dia berhenti mendoakan kebaikan untukmu??
Dan jawabannya *TIDAK*
Ia Masih saja merangkai kata indah dengan bertuliskan namamu
masih saja menyebutmu sebagai pahlawannya
Masih saja berharap kau kan berubah
Bukan berubah untuk nya..v untuk mu..untuk kebaikanmu..dan ia pun berharap semoga ia adalah yang terakhir yg  kau patahkan hatinya dengan beribu-ribu kali penghianatan.. smoga tak ada anak lain yg kau buat seperti itu..
Dan ia berpesan
Ia menitipkan salam rindu..beribu2 maaf + trimakasih untuk mu.  :)