Tak akan ada yang kusesali dari perjalanan ini, dari pertemuanku denganmu, dari rasa yang pernah tumbuh diam-diam lalu tak kuasa bersembunyi, juga dari sakit dan pahit yang sempat membentuk hati menjadi perca-perca. Tak ada yang perlu disalahkan. Kamu, dia, juga aku. Kita hanya bagian dari proses. Yang perlu kita lakukan adalah memetik serpihan hikmah menjadi pintalan benang yang menyatukan perca-perca hati. Benang indah yang merekatkan sebentuk hati yang lembut, bersih, lagi kokoh. Semoga. Selalu ada jalan untuk pulang ke jalan-Nya, kalau kita mau mencari dan istiqamah.
*novel ephemera*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar